Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Mei 2010

Profesional Dunia Keuangan Global Telah Mengganti BlackBerry Dengan iPhone




Persaingan antara Apple iPhone dan RIM BlackBerry semakin tajam setelah sebuah berita mengejutkan tentang penggantian BlackBerry dengan Apple iPhone sebagai alat komunikasi standar perusahaan datang dari bank terkemuka Inggris, Standard Chartered Bank. Keputusan manajemen ini tentu akan mengakibatkan ribuan para profesional dunia keuangan atau banker Standard Chartered pengguna BlackBerry beralih ke Apple iPhone. Bagaimana dengan insitutisi keuangan global lain?



Informasi dari London, Standard Chartered Bank telah menetapkan iPhone sebagai alat komunikasi standar perusahaan dan manajemen perusahaan juga telah setuju akan membayar tagihan telepon dan layanan data bisnis dari iPhone yang digunakan. Salah satu banker Standard Chartered Asia yang berkantor di Singapore mengatakan kepada Reuters bahwa proses migrasi dari BlackBerry ke iPhone telah berlangsung selama satu bulan dan melibatkan 75.000 karyawan Standard Chartered di seluruh wilayah Asia.



Institusi keuangan global lain seperti HSBC, Morgan Stanley masih menetapkan BlackBerry sebagai alat komunikasi standar perusahaan. Sedangkan bank dari China, Oversea-China-Banking-Corp (OCBC) lebih memakai pendekatan biaya untuk pembayaran tagihan karyawannya yang tersebar di seluruh dunia. Manajemen OCBC memberikan kebebasan karyawan untuk memilih menggunakan BlackBerry atau iPhone. Perusahaan keuangan global umumnya masih mengkaji penetapan secara resmi penggunaan Apple iPhone atau BlackBerry sebagai alat standar komunikasi perusahaan, khususnya aspek keamanan rahasia email perusahaan.

(by Hari Wijayanto /financeindonesia)

Selasa, 27 April 2010

Kumpulan Pengusaha Muda Terbaik Dunia Tahun 2010

Pada hari ini (20/4), BusinessWeek merilis hasil survey yang bertemakan mengenai kumpulan pengusaha muda terbaik di dunia untuk tahun 2010 ini. Survey tersebut secara rutin dilakukan oleh BusinessWeek terhadap pengusaha-pengusaha muda yang berumur dibawah 30 tahun dan telah berhasil memiliki atau memimpin sebuah perusahaan dengan omset yang cukup tinggi atau bahkan bisa sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar. Pengusaha-pengusaha muda ini tercatat memiliki sektor bisnis yang berbeda-beda, mulai dari berkecimpung di sektor industri telekomunikasi sampai dengan game.

Pemuda Umur 25 Tahun Urutan Pertama

Pada urutan pertama sebagai pengusaha muda terfavorit versi BusinessWeek di tempati oleh pemuda yang berumur 25 tahun yang bernama Trip Adler. Di umurnya yang baru memasuki 25 tahun ia kini telah memimpin perusahaan yang bernama Scribd, perusahaan yang bergerak pada situs penjualan e-book online. Dengan format PDF ataupun Microsoft Word, Scribd menyediakan berbagai macam jenis buku yang dapat dibeli secara online disitusnya. Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 2007, Adler yang merupakan lulusan Harvard dengan modal sebesar 13 juta dollar yang ia peroleh dari berbagai investor ia membangun sebuah web site yang pada awalnya hanya digunakan sebagai situs penjualan dokumen online.

Di posisi kedua ditempati oleh tiga pengusaha pemuda yaitu Sachin Agarwal, Brett Gibson dan Garry Tan. Ketiganya bersama-bersama memimpin sebuah blog komersil yang dinamakan Posterous. Blog yang terkoneksi langsung dengan beberapa jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Flickr ini bukan merupakan hanya blog seperti biasanya. Karena blog ini dapat dipakai oleh blogger secara berbarengan dengan jejaring sosial tersebut dan memiliki aplikasi yang lebih banyak dibanding blog-blog konvensional saat ini.

Sedangkan diurutan 3 dipegang oleh Gurbaksh Chahal. Pemilik GWallet yang merupakan game jejaring sosial yang terkoneksi langsung oleh Facebook. Kiprah cemerlang Chahal diawali pada umur 16 tahun dimana ia langsung membuat sebuah situs iklan onlines yang bernama BlueLithium, setelah dua tahun situs tersebut eksis akhirnya diminati oleh Yahoo! dan pada akhirnya dibeli dengan nilai 300 juta dollar yang akhirnya mencatatkan Chahal sebagai salah satu jutawan termuda di AS saat itu.

Masih diurutan 10 besar, tepatnya di posisi ke tujuh ditempati oleh Joh Hering yang masih berusia 26 tahun. Hering merupakan CEO Lookout, perusahaan yang bergerak sebagai penyedia software keamanan bagi produk-produk smartphone seperti Apple's iPhone, Research In Motion Blackberry dan Google Android. Selanjutnya di posisi kedelapan ditempati oleh pasangan suami istri, Eric Koger dan Susan Gregg Koger. Keduanya sejak tahun 2002 membuat sebuah toko fashion online yang bernama ModCloth. ModCloth sampai dengan hari ini cukup di minati oleh kaum muda AS, dengan menghadirkan desain-desain yang bertemakan semi vintage dan minimalis, kaum muda dapat berpenampilan berbeda dengan jenis fashion terkini. Kini ModCloth tercatat telah memiliki 108 orang pekerja, dengan jumlah desain pakaian kurang lebih mencapai 5000 jenis dan situs penjualan onlinenya, ModCloth.com setiap bulannya dikunjungi rata-rata sebanyak 2 juta pengunjung.

Dan diurutan terakhir atau urutan ke 13, ditempati oleh trio pemuda asal China yaitu Dan Yue, Chris Wang dan Ling Xiao. Ketiga pengusaha pemuda tersebut merupakan pendiri sekaligus pemiliki dari perusahaan penyedia game jejaring sosial yang bernama Playdom. Aplikasi game Playdom berafiliasi dengan situs-situs jejaring sosial seperti Facebook dan MySpace. Sedangkan dalam pembuatan game, Playdom bekerjasama dengan Microsoft yang juga memproduksi Xbox. Kini Playdom memiliki 400 pekerja dan pada tahun 2009 lalu berhasil memperoleh pendapatan bersih senilai 50 juta dollar.
(Vibiznews)
Foto-foto :www.crunchbase.com, www.maddox.com, www.cmu.edu

JP Morgan Chase, Perusahaan Terbaik Dunia Tahun 2010

Situs bisnis terkemuka, Forbes, pada hari ini (22/4) berhasil merilis hasil survey tahunan mengenai performa 2000 perusahaan terbaik dunia. Survey rutin yang dilakukan oleh Forbes ini merupakan cerminan dari performa perusahaan-perusahaan terbaik dunia yang telah menghasilkan prestasi berdasarkan penilai dari segi penambahan aset, profit dan keuntungan dalam 1 tahun terakhir. Ke-2000 perusahaan tersebut terdiri dari banyak sektor bisnis dan juga lintas negara, dengan mayoritas perusahaan merupakan perusahaan yang berbasis di wilayah AS, Eropa maupun Asia seperti China dan Jepang.

Dari ke-2000 perusahaan tersebut tercatat telah menghasilkan total pendapatan sebesar 30 triliun dollar dengan 1,4 triliun dollar profit dan 124 triliun aset. Nilai-nilai tersebut jika digabungkan telah mengalami peningkatan sebesar 61% dibandingkan hasil survey yang dihasilkan pada tahun lalu. Sebuah kondisi yang cukup logis mengingat perekonomian global saat ini telah menuju ke arah pemulihan.

JP Morgan Chase, Perusahaan Terbaik Dunia

Di posisi pertama sebagai perusahaan terbaik dari 2000 perusahaan yang telah diambil survey oleh Forbes ialah JP Morgan Chace. Perusahaan perbankan tersebut telah membuktikan bahwa sektor perbankan dapat segera banngkit dari lubang keterpurukan sejak dihantam krisis tahun 2008 yang lalu. Prestasi yang dibukukan oleh JP Morgan tersebut dinilai signifikan mengingat pada survey tahun lalu perusahaan yang didirikan lebih dari 2 abad lalu berada pada posisi ke 16. Kini perusahaan tersebut telah bangkit dan menghasilkan perolehan pendapatan dan profit tertinggi di sektor perbankan dunia. JP Morgan dalam setahun terakhir tercatat telah mengalami perolehan pendapatan sebesar 115,63 miliar dollar dengan profit sebesar 11,65 miliar dollar.

Posisi kedua masih diduduki oleh perusahaan asal AS, General Electric, perusahaan besar yang telah beroperasi selama satu abad terakhir kian menunjukan performa yang baik. Upaya pemerintah AS untuk memberikan bantuan finansial kepada perusahaan ini di tahun lalu rupanya memberikan dampak yang baik bagi perusahaan kebanggan AS ini. Dengan cakupan bisnis yang luas dan juga besarnya jumlah tenaga kerja yang dimiliki membuat pemerintah AS untuk patut menyelamatkan perusahaan ini dari ambang kebangkrutan yang dulu sempat dikhawatirkan.

Sektor perbankan rupanya menguasai 10 besar dalam survey yang dilakukan oleh Forbes. Hal tersebut ditunjukan oleh di posisi ke 3 yang ditempati oleh Bank of America. Kondisi yang terjadi pada BoA hampir sama dengan apa yang terjadi pada General Electric. Bank yang sempat terancam bangkrut ini pun menerima bantuan bail out dari pihak pemerintah AS. Alhasil performa bank dengan aset terbesar di AS ini pun telah kembali menjadi bank dengan performa terbaik. Profit yang diterima oleh BoA dalam setahun terakhir mencapai 6,28 miliar dollar.

Di posisi 5, tak kalah dengan bank-bank yang ada di AS, ICBC pun turut menyodok ke posisi 10 besar. Bank asal China memperlihatkan bahwa kondisi perbankan China harusnya tidak lagi dianggap enteng. Dengan pengalaman yang baik akibat kecilnya dampak dari krisis ekonomi global 2 tahun lalu, performa ICBC semakin menunjukan perkembangan. Dengan pendapatan setahun terakhir yang mencapai 71,86 miliar dollar, ICBC memperoleh profit sebesar 16,27 miliar dollar.

Lalu bagaimana dengan perusahaan-perusahaan asal Indonesia ? Forbes mencatat 2 nama ternama yaitu Bank Mandiri dan Bank BCA yang kedua kompak berada di urutan ke 796. Meski masuk di urutan 700-an namun kiprah kedua perusahaan tersebut telah memberikan hasil yang positif bagi perekonomian Indonesia.

(Joko Praytno/JP/vibiznews)
Foto-foto : dfmoney.wordpress.com, kennedy121.wordpress.com

Perusahaan Indonesia yang Berjaya di 2000 Perusahaan Terbaik Dunia Versi Forbes

The Forbes Global 2000 merupakan ukuran terbaik dan paling diakui secara luas yang menggambarkan perusahaan-perusahaan terbaik di dunia. Nama-nama besar seperti JPMorgan Chase, General Electric, dan Bank of America merupakan contoh dari perusahaan-perusahaan yang masuk sebagai yang terbaik di dunia. Indonesia boleh berbangga karena di tahun 2010 tercatat ada 10 perusahaan lokal yang didaulat menjadi penghuni daftar dari 2000 perusahaan terbaik di dunia. (26/04)

Telkom Indonesia
Perusahaan penyedia jasa telekomunikas milik pemerintah Indonesia ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Telkom merupakan perusahaan terbaik di Indonesia menurut ukuran dari Forbes, dengan menempati posisi ke 684 dalam daftar 2000 perusahaan terbaik dunia.

Perusahaan Telkom Indonesia memiliki nilai pasar sebesar 18 miliar dolar untuk saham yang listing di bursa NYSE, AS. Saham TELKOM per 31 Desember 2008 dimiliki oleh pemerintah Indonesia (52,47%) dan pemegang saham publik (47,53%). Saham TELKOM tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), New York Stock Exchange (NYSE), London Stock Exchange (LSE) dan Tokyo Stock Exchange, tanpa tercatat. Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2008 sebesar Rp 6.900. Nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2008 mencapai Rp 139,104 miliar atau 12,92 % dari kapitalisasi pasar BEI.

Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh TELKOM, penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhannya di masa mendatang, TELKOM menjadi model korporasi terbaik Indonesia.

Bank Central Asia dan Bank Mandiri Berbagi Posisi
Bank Central Asia dan Bank Mandiri merupakan bank-bank Indonesia yang diakui sebagai perusahaan terbaik dunia. Kedua bank yang memiliki cakupan ATM luas di seluruh Indonesia ini menempati posisi ke 796 dalam daftar 2000 perusahaan terbaik dunia versi Forbes di tahun 2010 ini.

Setelah pulih dari krisis keuangan tahun 1998 BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan public di tahun 2000. Penawaran Saham Perdana berlangsung di tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham ke dua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA.

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintaha Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo–dilebur menjadi Bank Mandiri. Masing-masing dari keempat legacy banks memainkan peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

Bank Rakyat Indonesia
Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. Bank ini telah berperan penting sejak didirikan pada tanggal 16 Desember 1895. Bank yang saat ini berusia 114 tahun ini secara resmi menjadi PT. BRI (Persero) yang sejak tahun 1895 dan mendasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang, yaitu dengan fokus pemberian fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Hal ini antara lain tercermin pada perkembangan penyaluran KUK pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada tahun 1995 dan pada tahun 1999 sampai dengan bulan September sebesar Rp. 20.466 milyar. Pada tahun 2010 ini menurut Forbes BRI merupakan perusahaan terbaik dunia yang berada di urutan 843.

Bank Negara Indonesia
Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996. Pada tahun 2010 ini menurut Forbes BNI merupakan perusahaan terbaik dunia yang berada di urutan 1412.

Bumi Resources
Bumi merupakan perusahaan pertambangan batu bara dengan pertumbuhan paling cepat di Asia dan tercepat kedua di dunia. Cadangan baru bara Bumi resources merupakan yang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki unit bisnis antara lain: Kaltim Prima Coal, Arutmin Indonesia, Gallo Oil, Enercorp Ltd., Bumi Mauritania A.S, Gorontalo Minerals, Citra Palu Minerals, Herald Resources Ltd., Darma Henwa, dan Fajar Bumi Sakti. Perusahaan ini menempati posisi ke-1533 dari 2000 perusahaan terbaik di dunia.

Bank Danamon
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) berdiri pada tahun 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia. Pada tahun 1976 namanya diganti menjadi Bank Danamon Indonesia. Bank Danamon mengumumkan laba bersih (konsolidasi) setelah pajak sebesar Rp 2.003 miliar untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2005. Bank Danamon juga mencatat pertumbuhan kredit sebesar 22%, yang mana 54% dari pertumbuhan tersebut disalurkan ke sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Perusahaan ini menempati posisi ke-1802 dari 2000 perusahaan terbaik di dunia.

Perusahaan Gas Negara
Pada tahun 2009 lalu Perusahaan Gas Negara mencatatkan prestasi yang gemilang. Emiten berkode PGAS ini berhasil mencetak laba bersih hingga 881 persen dibandingkan tahun 2008 lalu. Dalam laporan keuangan 2009-nya PGN membukukan laba bersih sebesar Rp 6,223 triliun dari sebelumnya hanya sebesar Rp 634 millar.

Dalam laporan keuangan itu juga disebutkan bahwa penjualan perserqan naik dari Rp 12,79 triliun pada 2008 menjadi Rp 18,02 triliun di 2009. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari lini distribusi yang mencapai Rp 16,380 triliun. Adapun pada, lini, bisnis transmisi, pendapatan meningkat menjadi Rp 1,62 triliun dari sebelumnya Rp 1,51 triliun. Dengan hasil tersebut, laba usaha PGN pun tercatat naik tajam dari Rp 4,65 triliun di 2008 menjadi Rp 7.676 triliun di 2009. Perusahaan ini menempati posisi ke-1915 dari 2000 perusahaan terbaik di dunia

Semen Gresik
Dominasi Perseroan dalam pangsa pasar domestik hingga 44.4% saat ini, menunjukkan keunggulan reputasi yang mencerminkan kekuatan corporate dan brand image Perseroan. PT Semen Gresik (Persero) Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat. Perusahaan ini menempati posisi ke-1977 dari 2000 perusahaan terbaik di dunia

PT Bukit Asam
PT Bukit Asam (Persero) Tbk, untuk tahun buku 2009 menetapkan dividen final sebesar Rp 1,228 triliun, yakni 54 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2009 sebesar Rp 2,778 triliun. Dari laba tersebut, manajemen PTBA mengalokasikan dana CSR untuk Kemitraan dan Bina Lingkungan masing-masing 2 persen dari laba, sebesar masing-masing Rp 54,6 miliar sehinga total Rp 109 miliar. Dibandingkan dengan dividen tahun buku 2008 sebesar Rp 853,9 miliar dari total laba bersih Rp 1,707 triliun, maka dividen yang dibagikan PTBA untuk tahun buku 2009 naik 43,8 persen. Perusahaan ini menempati posisi ke-1986 dari 2000 perusahaan terbaik di dunia

(vibiznews)
HatBux - Hats off to HatBux!