Rabu, 19 Mei 2010

JERMAN MEMBUAT ANJLOK WALL STREET....

Rencana regulasi baru yang bakal diterapkan oleh bursa AS dan Jerman, Wall Street pada perdagangan hari ini (19/05) ditutup melemah tajam.Sejumlah regulasi baru mengenai perdagangan saham dan derivative di AS dan Jerman telah mengakibatkan hancurnya sentiment para pelaku pasar. Serta menambah kekhawatiran tentang keberlanjutan pemulihan ekonomi global.


Jerman Selasa mengumumkan larangan yang meliputi beberapa obligasi berisiko tinggi dalam mata uang euro.Para pelaku pasar mengatakan peraturan Jerman akan melakukan sedikit untuk membantu memperbaiki krisis utang Eropa.

Jerman larangan Naked Short Selling, yang membatasi mengambil risiko dalam aset euro, hanya akan akan membuat investor untuk mengalihkan dana mereka ke tempat lain

Dow Jones Industrial Average. DJI jatuh 114,88 poin atau 1,08 persen, ke 10,510.95. 500 Standard & Poor's Index. SPX kehilangan 16,14 poin atau 1,42 persen, ke 1,120.80. Nasdaq Composite Index. IXIC turun 36,97 poin atau 1,57 persen, ke 2,317.26.

Sementara itu Euro mencetak empat tahun terendah terhadap dolar AS pada Rabu, setelah Jerman untuk melarang naked short-selling sehingga membuat bingung investor.

Selasa, 18 Mei 2010

MIX..MIX..MIX..

Consumer goods memimpin penguatan bursa.Fokus hari ini adalah data ekonomi yang mixed. New York Fed melaporkan indeks manufaktur anjlok menjadi 19.11 pada bulan Mei.Walaupun demikian bursa Wall Street pada perdagangan hari ini (18/05) berhasil ditutup positif.
Dow Jones naik 5.67 poin atau 0.05% ke level 10,625.83; S&P 500 menguat 1.26 poin atau 0.11% ke level 1,136,94, sementara Nasdaq menanjak 7.38 poin atau 0.31% ke level 2,354.23.
Dampak krisis Eropa masih menghantui sebagaian besar investor,yang masih mengkuatirkan bahwa dampak ini akan menyebar ke negara-negara Eropa lainnya.
Walaupun banyak analis memperkirakan Euro akan rebound terhadap Dollar karena tekanan yang sudah sangat besar.Namun ini belum bisa di jadikan indikator bahwa akan membaiknya krisis Eropa.
Tapi masalah di zona euro tidak akan diselesaikan dalam waktu semalam, dan fokusnya adalah pada apakah ada kemungkinan akan berakhir dengan kejatuhkan perekonomian global...???
Saya tidak berharap...menakutkan..


EROPA...oh...EROPA (FOREX)

Masalah krisis utang Yunani yang dapat berdampak sistemik ke zona Eropa
masih mengkhawatirkan para investor. Langkah Eropa menyelamatkan Yunani
dari krisis dengan memberikan bailout sebesar $ 1 triliun tampaknya
masih belum memberikan ketenangan kepada para pelaku pasar. Sikap
Perancis yang mengancam keluar dari mata uang tunggal Eropa jika Jerman
masih juga belum memberikan kejelasan sikap serta komitmen
sungguh-sungguh Jerman dalam mengatasi krisis Yunani semakin
memperburuk keadaan dan menekan Euro. Dalam beberapa kesempatan
kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan keraguannya bahwa bailout
sebesar $ 1 trliun untuk Yunani dapat mengatasi masalah.

GBP

Todays range = 1.4300 - 1.4892 Tren Down

Jika 1.4545 dapat dilewati, maka Sterling berpeluang menguat sampai
1.4630. Namun jika 1.4545 gagal ditembus, maka Sterling akan kembali
melemah ke 1.4305.



EURO

Todays range = 1.2280 - 1.2640 Trend Down

Jika 1.2440 dapat dilewati, maka Euro dapat menguat sampai 1.2515.
Namun jika 1.2440 gagal dilewati, maka Euro akan pullback mengetes
level 1.2230 untuk kemudian dapat lanjut ke 1.2030.

Senin, 17 Mei 2010

EURO TERUS MELEMAH..

Euro terus melemah dan mencapai level terendahnya dalam empat tahun. Kekhawatiran akan krisis utang Eropa membuat investor mengalihkan investasinya dari saham ke komoditi emas dan obligasi Asia yang lebih aman. Para investor masih meragukan kemampuan Eropa pulih dari krisis utangnya dengan kebijakan pengetatan anggran belanjanya tanpa mengganggu laju pertumbuhan ekonominya.
Kekhawatiran yang sama juga melanda Sterling dimana pemerintahan koalisi yang baru terbentuk masih harus membuktikan kinerjanya dalam mengatasi krisis finansialnya.

GBP
Todays range = 1.4161 - 1.4584 Trend Down
Jika 1.4568 dapat dibreak, maka Sterling dapat menguat sampai 1.4626. Namun jika 1.4568 tidak dapat dibreak, maka Sterling akan kembali meneruskan tren downnya sampai ke 1.4300.

EURO
Todays range = 1.2133 - 1.2488 Trend Down
Jika 1.200 dapat dilewati, maka Euro berpeluang terus melemah sampai 1.2164. Namun jika 1.200 tidak dibreak, maka Euro akan rebound sampai ke 1.2396.

PERKEMBANGAN PASAR DUNIA MINGGU INI

Keraguan terhadap krisis Eropa masih membayangi pasar minggu ini,yang memberikan asumsi makin dalamnya dampak krisis hutang ini.Paket Bantuan penyelamatan $ 1 Trilyun yang telah di gulirkan minggu lalu hanya dianggap memberikan dampak sementara bagi investor,yang masih kuatir mengenai dampak krisis tersebut bagi pemulihan global ekonomi dan krisis Eropa.

Kemungkinan besar saham AS akan bergerak Volatility minggu ini di sebabkan beberapa dampak antara lain Data inflasi As yang kan keluar minggu ini yang akan di metingkan hari Rabu,19 Mei 02.00 pm atau jam 01.00 WIB waktu Indonesia yang akan membahas pula perkiraan suku bunga ke depan.

Perlu di ketahui FOMC Meeting Minutes ini diadakan 8 kali selama setahun dan selalu di meetingkan 3 minggu setelah 3 minggu pengumuman Tingkat Suku Bunga.Tapi di yakini bahwa minggu ini juga membawa pada data pemerintah inflasi, yang diperkirakan akan tetap dapat di kendalikan. Data perumahan, sektor yang masih berjuang untuk pulih dari kemerosotan ekonomi terburuk negara itu sejak tahun 1930-an. Perumahan diharapkan mulai meningkat dari bulan April, dengan peningkatan 650.000 unit dibandingkan 626.000 pada bulan Maret.

Wall Street juga akan ingin melihat hasil dari para pengecer minggu ini, dan memberikan perhatian khusus untuk perkiraan laporan mereka di sisa tahun ini. Wal-Mart Stores (WMT.N) dan Lowe's Co (LOW.N) adalah salah satu perusahaan diharapkan melaporkan perkembangan perusahaannya dengan peningkatan yang baik.

IHSG MASIH DALAM TEKANAN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu ditutup menguat 10,76 poin atau 0,38% ke level 2.858,39 dengan total nilai transaksi yang hanya mencapai sekitar Rp3triliun lebih rendah dari perdagangan sebelumnya Rp3,2triliun.

Saham yang mendorong penguatan adalah Astra Otoparts (AUTO) naik 1.150 poin ke Rp14.200, Indo Tambang (ITMG) naik 1.150 poin ke Rp37.950, Unilever (UNVR) naik 400 poin ke Rp15.500, Goodyear (GDYR) naik 350 poin ke Rp14.350, BRI (BBRI) naik 100 poin ke Rp8.450, BCA (BBCA) naik 100 poin ke Rp5.250.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Astra Agro (AALI) turun 600 poin ke Rp21.100, Bukit Asam (PTBA) turun 200 poin ke Rp18.200, United Tractors (UNTR) turun 150 poin ke Rp18.350, Inco (INCO) turun 125 poin ke Rp4.375, Astra International (ASII) turun 100 poin ke Rp42.600.

IHSG pagi ini diperkirakan akan bergerak dalam kisaran 2.800 -2.850 an.Di karenakan masih ada tekanan jual yang terjadi di bursa regional.
Imbas dari Wall Street yang ditutup melemah karena lemahnya laporan pendapatan sektor ritel, persetujuan senat AS atas pembatasan fee (komisi) kepada bank atau perusahaan penerbit kartu kredit atas setiap transaksi kartu kredit, serta masih adanya kekhawatiran investor akan krisis utang di Yunani.
Selain dari itu investor masih bersikap hati-hati dalam pembelian saham. Menanti kepastian pengganti Menteri Keuangan yang baru yang rencananya akan diumumkan tanggal 20 Mei mendatang.





Sabtu, 15 Mei 2010

SAHAM MEROSOT AKIBAT SAHAM KEUANGAN


Bank dan saham perusahaan kartu kredit 'merosot sehari setelah Senat memilih untuk membatasi biaya yang dikenakan pada transaksi kredit dan kartu debit.

Saham jatuh pada hari Jumat pada kombinasi laba lemah dari pengecer, dukungan Senat untuk membatasi biaya kartu kredit dan kekhawatiran terhadap keberlanjutan hutang publik Eropa.

Ditambahkan ke kekhawatiran bahwa undang-undang reformasi ditingkatkan-up keuangan dapat mengancam keuntungan di sektor ini. Visa saham turun hampir 10 persen. Perusahaan kartu kredit di antara merugi terberat. Visa Inc (V.N) turun 9,9 persen menjadi $ 77,26. Saham MasterCard (MA.N), tenggelam 8,6 persen menjadi $ 212,45.

Dow Jones Industrial Average. DJI turun 162,79 poin atau 1,51 persen di tutup pada 10,620.16. 500 Standard & Poor's Index. SPX jatuh 21,76 poin atau 1,88 persen, ke 1,135.68. Nasdaq Composite Indeks. IXIC kehilangan 47,51 poin, atau 1,98 persen, ditutup pada 2,346.85.

Namun, pekan ini Dow naik 2,3 persen, S & P 500 ditambah 2,2 persen dan Nasdaq naik 3,6 persen. Namun, setelah volatilitas belakangan ini, Dow dan S & P 500 yang naik hanya 1,8 persen tahun ini, sedangkan Nasdaq adalah sampai 3,4 persen.
HatBux - Hats off to HatBux!