Jumat, 10 Februari 2012

Dollar Australi turun terhadap mata uang utama

Dollar Australia turun terhadap mata uang utama lainnya di awal perdagangan Asia Jumat setelah negara itu bank sentral menurunkan inflasi dan perkiraan pertumbuhan untuk semester pertama 2012 karena ketidakpastian tentang krisis utang Eropa.
Dalam pernyataan kebijakan moneter, Reserve Bank of Australia mengatakan bahwa mereka mengharapkan inflasi yang mencapai sekitar 2,25 persen untuk tahun ini sampai Juni, turun 0,25 persen dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan PDB perkiraan di tahun hingga Juni telah diturunkan menjadi 3,5 persen dari 4 persen.
Dollar Australia yang menutup perdagangan Kamis di 1,0789 terhadap dolar AS merosot ke level terendah 3-hari dari 1,0734. Target tingkat Kelemahan berikutnya untuk pasangan aussie-greenback terlihat di 1,070.
Dollar Australia juga menolak untuk 3-hari terendah 1,0696 terhadap dolar Kanada dan 1,2895 terhadap dolar Selandia Baru. Jika aussie melemah lebih lanjut, kemungkinan dapat menargetkan 1,066 terhadap loonie dan 1,288 terhadap kiwi. Para aussie-loonie dan aussie-kiwi pasang adalah senilai 1,0735 dan 1,2938, masing-masing pada penutupan kemarin.
Terhadap euro, dolar Australia jatuh ke level terendah 10-hari dari 1,2377, dibandingkan dengan penutupan Kamis dari 1,2320. Pada sisi negatifnya, 1,247 dilihat sebagai tingkat target downside berikutnya untuk mata uang Australia.
Dollar Australia melemah ke level 83,28 terhadap yen Jepang dan target tingkat Kelemahan berikutnya untuk aussie terlihat pada 82,8. Pada penutupan kemarin, pasangan aussie-yen dikutip pada 83,81.
Dolar Selandia Baru juga melemah sejalan dengan Aussie, memukul 3-hari rendah 0,8322 terhadap dolar AS dan 10-hari rendah 1.5964 terhadap euro. Jika kiwi jatuh lebih lanjut, kemungkinan dapat menargetkan 0,830 terhadap greenback dan 1,60 terhadap euro. Kiwi berakhir perdagangan kemarin di 0,8343 terhadap greenback dan 1,5934 terhadap euro.
Terhadap yen Jepang, dolar turun menjadi 64,57 NZ dari penutupan sesi New York hari Kamis dari 64,81. Pada downside, 64,4 dipandang sebagai tingkat target berikutnya untuk dolar NZ.
Ke depan, data perdagangan China untuk Januari adalah karena tak lama.
Jerman akhir IHK Januari, Perancis saat ini account dan produksi industri untuk Desember, Swiss CPI untuk bulan Januari dan PPI Inggris untuk bulan Januari yang dijadwalkan akan dirilis pada sesi Eropa.
Di seberang Atlantik, data perdagangan untuk bulan Desember dari AS dan Kanada, laporan awal dari Reuters / University of Michigan survey sentimen konsumen untuk Februari diharapkan pada sesi pagi New York.

Kamis, 09 Februari 2012

Stimulus bank Of England

Bank of England secara luas diperkirakan akan mengumumkan pelonggaran lebih kuantitatif hari ini ketika pembuat kebijakan bertemu untuk kedua kalinya tahun ini. Bank sentral diharapkan untuk memompa setidaknya USD 50 miliar ke dalam ekonomi, yang sangat membutuhkan stimulus di tengah tanda-tanda inflasi melambat.

Komite Kebijakan Moneter diatur oleh Mervyn King kemungkinan akan meningkatkan program pembelian obligasi USD 325 miliar dari USD 275 miliar. Juga, bank sentral diatur untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat terendah sebesar 0,50 persen.

Kepala IHS Global Insight Howard Archer Inggris ekonom mengharapkan dosis 50 miliar USD dari QE, meskipun ia tidak mengesampingkan kemungkinan jumlah yang lebih besar dari USD 75 miliar. Namun, Archer melihat kemungkinan kurang mungkin mengingat survei terbaru ekonomi yang terus membaik.

Para pembuat kebijakan dengan suara bulat dalam pertemuan bulan Januari untuk mempertahankan tingkat pembelian aset di USD 275 miliar. Keputusan MPC akan didasarkan pada perkiraan terbaru, yang akan disebutkan dalam Laporan Inflasi, karena 15 Februari.

Data terakhir menunjukkan perbaikan dalam perekonomian. Tapi ini tidak mengurangi kebutuhan akan QE lebih, diamati Vicky Redwood, kepala Inggris Ekonom Capital Economics. Dia melihat kemungkinan perpecahan suara saat memutuskan stimulus.

Ekonomi Inggris menyusut 0,2 persen pada kuartal keempat, setelah berkembang 0,6 persen pada kuartal ketiga. Lain kuartal kontraksi akan membawa perekonomian ke dalam resesi.

Kemudian hari ini, Bank Sentral Eropa diatur untuk mengumumkan keputusan tingkat bunga. Tingkat bunga yang terlihat tidak berubah sebesar 1 persen. Politisi Yunani tidak mencapai konsensus pada Rabu, karena baris terus selama penghematan ukuran seperti yang diminta oleh badan-badan internasional untuk memberikan paket bailout.

Rabu, 16 Maret 2011

Swiss Franc Dilevel Tertinggi Terhadap Dolar

Dolar masih terus dalam tekanan major currency dengan Swiss Franc menembus level tertingginya atas USD seiring krisis nuklir di Jepang yang membuat investor menahan diri untuk bertransaksi.

Bursa saham dunia mengalami aksi jual besar-besaran setelah Nikkei anjlok 10,6% dengan munculnya laporan gempa telah melumpuhkan PLTN dan kemungkinan radiasi akan menyebar ke Tokyo menyebabkan banyak warga yang bergegas meninggalkan ibukota negara tersebut.

Dalam analisa TS Management kekhawatiran akan krisis nuklir di Jepang telah mendorong investor melakukan aksi safe haven dengan memborong Swiss Franc yang memang biasanya menjadi pilihan utama para pelaku pasar untuk mengalihkan dananya disaat-saat krisis.

Penguatan Yen terhadap USD sendiri tertahan oleh intervensi dari bank sentral yang menjaga agar Yen tidak terlalu jauh menguat. Bank Of Japan kemarin telah kembali menyuntikkan dana sebesar $245 miliar untuk mengatasi kepanikan pelaku pasar akibat krisis nuklir. Pelaku pasar saat ini tampaknya lebih mengkhawatirkan akan dampak dari ledakan yang terjadi di PLTN Fukushima dibandingkan kerusakan akibat gempa dan tsunami.

Sementara itu Euro cenderung stabil terhadap USD. Sempat melemah terhadap USD disetengah sesi mengikuti Sterling, namun kemudian Euro kembali bangkit hingga akhir sesi semalam. Euro sedikit melemah setelah Moody’s menurunkan rating hutang Portugal sebanyak dua tingkat dan memberikan outlook yang negatif atas negara tersebut. Namun Euro kembali menguat oleh pernyataan yang optimis dari pejabat ECB setelah pemimpin zona Eropa menyatakan kesepakatannya untuk menghasilkan kebijakan yang solid untuk mengatasi krisis hutang dikawasan tersebut.

Minyak Nymex kemarin turun hampir 4% seiring dengan kemungkinan akan menurunnya permintaan dari Jepang setelah ledakan yang terjadi di PLTN Fukushima Jepang.

Harga minyak yang sempat mencapai level $ 120 per barel dibulan Februari akibat aksi demo di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah terus menjadi perhatian pelaku pasar dengan masih berlangsungnya aksi demo di Bahrain dan bentrokan antara warga dan militer di Libya.

GBP

Todays range = 1.5975 – 1.6182 Trend Down

Buy @ 1.6100 TP: 1.6120 SL: 1.6060

Sell @ 1.6060 TP: 1.6040 SL: 1.6100

Bearish Correction = Buy @ 1.6040 TP: 1.6100 SL: 1.6030

Bullish Correction = Sell @ 1.6120 TP: 1.6060 SL: 1.6130

EURO
Todays range = 1.3897 – 1.4055 Trend Up

Buy @ 1.3974 TP: 1.3994 SL: 1.3934

Sell @ 1.3934 TP: 1.3914 SL: 1.3474

Bearish Correction = Buy @ 1.3914 TP: 1.3974 SL: 1.3904

Bullish Correction = Sell @ 1.3994 TP: 1.3934 SL: 1.4004

YEN
Todays range = 80,20 – 81,63 Trend Down

Buy @ 81,32 TP: 81,52 SL: 80,92

Sell @ 80,92 TP: 80,72 SL: 81,32

Bearish Correction = Buy @ 80,72 TP: 81,32 SL: 80,62

Bullish Correction = Sell @ 81,52 TP: 80,92 SL: 81,62

GOLD
Todasy range = 1375,13 – 1422,63 Trend Up

Krisis Nuklir Jepang Wall Street Anjlok


Wall Street ditutup merosot tajam oleh kekhwatiran akan kondisi reaktor nuklir di Jepang dan bahaya radiasi yang ditimbulkannya. Dow Jones ditutup anjlok 137,74 poin atau -1,15% kelevel 11.855,42; Nasdaq turun 33,64 poin atau -1,25% kelevel 2.667,33 dan S&P 500 turun 14,52 poin atau -1,12% kelevel 1.281,87.

Bursa Amerika melemah 1%, namun perkiraan ekonomi yang optimis dari The Fed serta berkembangnya keyakinan bahwa krisis nuklir di Jepang hanya bersifat sementara telah mencegah Wall Street terperosok lebih dalam.

Adanya kemungkinan menyebarnya radiasi dalam tingkat rendah ke Tokyo telah mendorong warga untuk meninggalkan Tokyo. Pihak berwenang dan pelaku pasar masih terus menghitung kerugian yang ditimbukan oleh bencana gempa dan tsunami yang diperkirakan merenggut nyawa 10.000 orang.

Pagi ini Nikkei bangkit dan menguat lebih dari 6% setelah kemarin mengalami selloff terburuknya sejak crash di tahun 1987. Nikkei bangkit setelah Bank Of Japan kemarin sore kembali menyuntikkan dana segar ke dalam pasar sebesar $ 245 miliar untuk mencegah bursa jatuh lebih dalam lagi. Beberapa investor tampak mulai melakukan aksi beli meskipun resiko akan kembalinya krisis nuklir Jepang merontokkan bursa lebih dalam lagi.

Sementara Hang Seng juga mengalami rebound setelah anjlok besar kemarin, meskipun investor masih tampak berhati-hati dalam melakukan aksi beli.

Anjloknya bursa regional kemarin juga turut berdampak pada anjloknya IHSG diperdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah 45,356 poin atau -1,28% kelevel 3.524,483. Krisis nuklir yang terjadi di Jepang paska ledakan tiga reaktor nuklirnya sangat mengkhawatirkan pelaku pasar. Membaiknya bursa Nikkei setelah kejatuhannya kemarin akan membawa semangat di pasar saham meskipun krisis nuklir masih membayangi. TS Management memperkirakan IHSG hari ini akan mencoba untuk keluar dari tekanan ditengah perbaikan bursa-bursa utama dunia. Beberapa saham yang menarik dicermati hari ini antara lain TLKM, MEDC, SMGR dan BMRI.


Hang Seng
Todays range = 22.107 – 23.053 Trend Up

Buy @ 22.629 TP: 22.649 SL: 22.589
Sell @ 22.589 TP: 22.569 SL: 22.629

Bearish Correction = Buy @ 22.569 TP: 22.629 SL: 22.559
Bullish Correction = Sell @ 22.649 TP: 22.589 SL: 22.659

Selasa, 15 Maret 2011

Paska Gempa Yen Menguat Terhadap Dolar


Dolar melemah terhadap sejumlah major currency. Jumlah kerusakan yang terjadi paska gempa dan tsunami Jepang telah membawa Yen menguat terhadap USD seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan dampaknya terhadap sejumlah industri mulai dari asuransi hingga tenaga nuklir. 

Yen tampak menguji level terendahnya terhadap USD di tahun 1995 seiring dengan tindakan perusahaan asuransi Jepang dan beberapa perusahaan yang berusaha mendapatkan dana untuk membayar klaim dan melakukan rekonstruksi. 

Bencana gempa Jepang menyebabkan banyak perusahaan global mengalami gangguan akibat rusaknya infrastruktur, pelabuhan dan ditutupnya pabrik-pabrik. Pelaku pasar khawatir hal tersebut akan menahan laju pertumbuhan ekonomi global yang baru saja mulai pulih dari krisis finansial tiga tahun yang lalu. Menurut beberapa analis, pemulihan di Jepang diperkirakan membutuhkan dana sebesar $ 180 miliar, atau 3% dari output tahunan ekonomi Jepang dan lebih dari 50% dana yang dibutuhkan untuk recovery Kobe ditahun 1995.

Fluktuasi pada Yen menurut analisa TS Management masih akan terus terjadi dalam beberapa minggu kedepan sambil melihat perkembangan proses pemulihan Jepang paska gempa dan tsunami yang diiringi dengan ledakan yang terjadi di PLTN Fukushima. 


GBP
Todays range = 1.6066 – 1.6238 Trend Down

Buy @ 1.6152 TP: 1.6172 SL: 1.6112
Sell @ 1.6112 TP: 1.6092 SL: 1.6152

Bearish Correction = Buy @ 1.6092 TP: 1.6152 SL: 1.6082
Bullish Correction = Sell @ 1.6172 TP: 1.6112 SL: 1.6182

EURO
Todays range = 1.3929 – 1.4028 Trend Down

Buy @ 1.3986 TP: 1.4006 SL: 1.3946
Sell @ 1.3946 TP: 1.3926 SL: 1.3986

Bearish Correction = Buy @ 1.3926 TP: 1.3986 SL: 1.3912
Bullish Correction = Sell @ 1.406 TP: 1.3946 SL: 1.4016

YEN
Todays range = 80,65 – 82,53 Trend Down

Buy @ 81,75 TP: 81,95 SL: 81,35
Sell @ 81,35 TP: 81,15 SL: 81,75

Bearish Correction = Buy @ 81,15 TP: 81,75 SL: 81,05
Bullish Correction = Sell @ 81,95 TP: 81,35 SL: 82,05

GOLD
Todays range = 1419,33 – 1432,43 Trend Down

Wall Street Melemah Dampak Bencana Jepang

Wall Street ditutup melemah setelah gempa dahsyat dan tsunami yang melanda Jepang. Down Jones ditutup turun 51,24 poin atau -0,43% kelevel 11.993,16; Nasdaq turun 14,64 poin atau -0,54% kelevel 2.700,97 dan S&P 500 turun 7,89 poin atau -0,60% kelevel 1.296,39.

Saham-saham perusahaan pembangkit listrik nuklir jatuh paska ledakan yang terjadi di PLTN Jepang. Saham The Market Vectors uranium and nuclear energy anjlok 12%, sementara the Global X Uranium ETF jatuh sebanyak 17%. Rontoknya saham-saham perusahaan nuklir inilah yang banyak menyeret turun Dow Jones.

Sementara itu Nikkei kembali anjlok hampir 6% dengan semakin memburuknya situasi paska ledakan yang terjadi di PLTN di Jepang. Pemerintah mulai memerintahkan para pekerja untuk meninggalkan lokasi PLTN untuk menghindari paparan radiasi yang menandakan semakin seriusnya keadaan disekitar PLTN. 

Tiga ledakan yang terjadi di PLTN Fukushima Daiichi telah merusak kawasan utara Jepang dan memicu kekhawatiran akan kebocoran radiasi serta stabilitas suplai listrik Jepang dalam jangka panjang. 

Saham-saham perusahaan listrik merupakan perusahaan yang mengalami penurunan terbesar pada perdagangan pagi ini. Kansai Electric Power dan Chubu Electric Power masing-masing anjlok 13%.

Sementara itu Hang Seng juga mengalami penurunan pagi ini terimbas oleh situasi di Jepang paska ledakan yang terjadi di PLTNnya serta meningkatnya suhu politik di Timur Tengah. Meningkatnya harapan bahwa ledakan PLTN Jepang akan memaksa Jepang untuk menggunakan batu bara, serta permintaan yang terkait pembangunan kembali infrastruktur akan memicu kenaikan harga baja dan saham-saham terkait sektor konstruksi diseluruh Asia.

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat mengikuti bursa regional. IHSG ditutup naik 27,611 poin atau 0,77% kelevel 3.569,839. Dengan masih melemahnya Nikkei sebagai dampak dari terjadinya gempa dan tsunami pada Jumat lalu ditambah bocornya fasilitas nuklir paska ledakan di PLTN Fukushima, TS Management memperkirakan IHSG akan sedikit tertahan hari ini. Investor akan bersikap menunggu dampak dari ledakan yang terjadi di PLTN tersebut terhadap perekonomian Jepang serta kinerja emiten. Beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan antara lain ITMG, PTBA, HRUM, INCO dan KLBF.


Hang Seng
Todays range = 23.190 – 22.885 Trend Down

HatBux - Hats off to HatBux!